Senin, 30 Januari 2012

Undangan Terbuka Musywil ke-3 KBPII Yogbes

Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar (Perhimpunan KB PII) Yogyakarta Besar akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-3 dan Sarasehan Kebangsaan pada hari Ahad, 5 Pebruari 2012 pukul 09.00 – 16.00 WIB bertempat di Hotel Jogjakarta Plaza. Agenda utama Musywil ke-3 ini antara lain, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, perumusan program periode 2012 – 2016, penyampaian program Pengurus Pusat Perhimpunan KBPII dan pemilihan Ketua Umum/formatur periode 2012-2016. Musywil ke-3 ini akan dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan KBPII, Sutrisno Bachir dan dihadiri oleh segenap Pengurus Wilayah Perhimpunan KBPII Yogyakarta Besar dan utusan cabang.

Sementara itu, Sarasehan Kebangsaan mengambil tema “Merawat Kebangsaan dalam perspektif budaya, hukum, ekonomi, agama dan politik”, akan mengadirkan beberapa nara sumber, antara lain: Sri Sultan Hamengkubuwono X (perspektif budaya), Sutrisno Bachir (perspektif ekonomi), Prof. Dr. Mahfud MD (perspektif hukum), Dr. Hidayat Nur Wachid (perspektif agama) dan Anas Urbaningrum (perspektif politik). Bertindak sebagai moderator dalam sarasehan ini adalah Muslih Zainal Asikin MBA.
Diharapkan semua eksponen Keluarga Besar PII Yogyakarta Besar dapat menghadiri Musywil dan Sarasehan Kebangsaan yang sekaligus sebagai ajang silaturrahmi berbagai eksponen lembaga sosial-kemasyarakatan, partai politik, kepemudaan, mahasiswa dan pelajar. Informasi lebih detail penyelenggaraan kegiatan ini dapat menghubungi M. Mahlani di nomor 0274-7884217/4537301/081328075005, Ahmad Subagyo: 0811257620 atau Mohammad Halimi: 08121560873.
Selengkapnya...

Read more...

Minggu, 09 Oktober 2011

Jusuf Kalla Tutup Munas KBPII ke-4

Jusuf Kalla, the real vice president, menutup Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan Kalimantan Timur, Ahad, 9 Oktober 2011. Hadir dalam penutupan Munas yang bertempat di Ball Room Hotel Gran Senyiur Balikpapan ini, sejumlah pejabat tinggi dan mantan pejabat tinggi, antara lain: AM. Fatwa, Sofyan Jalil,Yusuh Asyari, Komisioner KY-Ibrohim, Ryas Rasyid dan peserta Munas yang berjumlah 500 an orang.

Sebelum penutupan Munas, dilaksanakan Dialog Kebangsaan yang dimoderatori oleh Prof. Ryas Rasyid, mantan Ketua Umum KBPII dua periode lalu. Jusuf Kalla yang bertindak sebagai salah satu nara sumber dalam forum tersebut menegaskan bahwa negara apapun dapat maju karena kepemimpinan. Karena itu, lanjutnya, leader dituntut selalu dapat memberikan teladan, inspirasi dan motivasi kepada seluruh stake holder yang dipimpinnya. Tetapi, di samping itu, negara yang maju juga ditopang oleh pengusaha. Dua kekuatan inilah yang banyak menentukan arah dinamika kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Di samping itu, Ketua Dewan Hohormatan KBPII ini juga menegaskan bahwa sejarah Islam di Indonesia adalah sejarah pergerakan. Hal ini diawali oleh Serikat Dagang Islam yang kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam (SI), merupakan organisasi yang meletakkan dasar-dasar pergerakan umat Islam di nusantara. Karena itu, Saudagar Bugis yang belum lama ini menjadi duta Komodo ini memberikan menegaskan bahwa KBPII diharapkan dapat menjadi organisasi yang benar-benar dapat mentransformasikan perjuangan umat Islam Indonesia. Lebih-lebih lagi, Pak JK juga berharap bahwa PII harus dapat tampil lebih progresif, jangan malah alumninya yang lebih aktif.
Hanya saja, Pak Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa titik lemah umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya adalah di bidang perdagangan atau dunia usaha. Inilah tantangan besar yang perlu mendapat perhatian KBPII. Padahal, perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya umat Islamnya adalah diawali dengan kebangkitas dunia usaha.
Selengkapnya...

Read more...

Kamis, 03 Maret 2011

Pengajian YKU ke-43

Pengajian rutin dua mingguan YKU ke-43 dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Maret 2011. Hadir dalam pengajian tersebut, antara lain: Ketua YKU, bapak H. Zamzuri Umar dan Ibu, bapak Syamsudin Daim dan Ibu, Bapak Mulyono Machasi dan Ibu, bapak Moh. Halimi, Bapak Bun Yamin, Bapak Muhammad Natsir, Bapak Fachrudin Fatah, Bapak Sutrisno, dan para aktivis PW PII Yogyakarta.
Pada pengajian ke-43 ini bertindak sebagai pemberi taushiyah adalah ustadz H. Ridwan Hamidi, Lc yang memfokuskan kajian yang berkaitan dengan hadits berikut:
"Allah melihat pada penampilan dan fisikmu, tetapi Allah melihat pada hati dan amal kalian". HR. Muslim

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah SWT menjadikan tolok ukur sesuatu itu tidak pada materi semata atau bentuk fisik. Tetapi tolok ukur kebaikan itu terletak pada ketaqwaan. Bahwa ketika kita dihadapkan pada pilihan - prioritas: memperbaiki fisik - lahiriah atau memperbaiki batin. Maka prioritasnya adalah memperbaiki batinnya (hati) dan sikap - akhlak.
Selengkapnya...

Read more...

Kamis, 13 Januari 2011

Pengajian YKU ke 41: Taat kepada Allah, Rasul ullah dan Ulil Amri

Pengajian reguler dua pekan YKU ke 41 dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Januari 2011. Pemberi taushiyah pada pengajian yang bertempat di Gedung YKU ini adalah H. Ridwan Hamidi, Lc. Pengajian putaran pertama di tahun 2011 ini mengambil tema tentang taak kepada Allah, Rasul Allah dan ulil amri.

"Taatlah kamu sekalian kepada Allah, taat Rasululullah dan kepada ulil amri".
Ayat di atas memnberikan informasi kepada kita bahwa setiap orang dianjurkan untuk taat kepada Allah SWT, Rasul Allah dan pemerintah.

Ada istilah yang berbeda pada ketaatan kepada Allah-Rasulullah dan ketaatan kepada pemerintah, yaitu adanya kata "taat". Pada pernyataan kepada Allah dan Rasulullahdiawali dengan kata "taat", sementara kepada pemerintah tidak diawali dengan "taat". Ini mengindikasikan bahwa ketaatan kepada Allah - Rasulullah berbeda dengan taat pemerintah.
Taatkepada Allah dan Rasul Allah dengan diawali kata "taat" ini bersifat mutlak. Artinya bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul Allah itu tanpa pilih-pilih. Semua perintah Allah dan Rasul Allah itu mutlak untuk dilaksanakan. Sementara taat pemerintah itu bersifat tidak mutlak. Artinya ada kondisi atau situasi tertentu yang memberikan kesempatan bagi kita untuk harus taat kepada pemerintah atau tidak.
Taat kepada Allah artinya menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup. Sementara taat Rasulullah itu artinya menjadikan sunnah atau hadits-hadits Rasulullah itu menjadi pedoman hidup.
Di sisi lain, taat kepada ulil amri dalam bahasa Indonesia diartikan dengan pemerintah. Tetapi ulil amri ini juga bisa berarti imam, ataupun pimpinan dalam sebuah perjalanan atau kegiatan tertentu.
Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 12 Oktober 2010

Silaturahmi Bersama Dihadiri dua Mantan Menteri

Silaturahmi dan halal bilahala bersama: YKU, Perhimpunan KBPII, Wanita Islam, Genter dan Pelajar Islam Indonesia Yogyakarta Besar berlangsung semarak. Bahkan ini baru sekali terjadi setelah Gedung YKU baru bisa berdiri kembali sejak peletakan batu pertama tiga tahun lalu, dua mantan menteri bisa hadir,Bapak Drs. H. Yusuf Asy'ari (mantan Menteri Perumahan Rakyat) dan Bapak Dr. Fuad Bawazier (Mantan Menteri Keuangan). Daam event tahunan itu, hadir para eksponen Keluarga Besar PII dan WI dari berbagai daerah, antara: Kabupaten Cilacap, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Gunungkidul, Bantul, Purworejo, Kebumen, Sleman, dan Kota Yogyakarta sendiri. Banyak di antara eksponen KBPII yang baik yang sementara ini aktif di WI ataupun Genter ijin tidak bisa hadir, karena bersamaan dengan acara lain. Namun demikian, acara berlangsung semarak. Kira-kira 130 an orang hadir memenuhi Gedung YKU lantai satu.

Tadzkiroh acara yang bersifat kekeluargaan itu disampaikan oleh Mantan Menteri Perumahan, Bapak Drs. Yusuf Asy'ari yang hadir bersama istri, putra dan cucunya. Mantan Menteri yang lahir di Magelang itu memberikan penegasan pentingnya bagi seluruh eksponen Keluarga Besar PII untuk meneguhkan kembali pengabdiannya kepada Allah SWT. Beliau menyitir beberapa ayat Al Qur'an dalam Al Fajr ayat 27 - 30, yaitu berkaitan dengan sosok pribadi agung dan sempurna yang disimbulkan dengan istilah "nafsul mutmainnah". "Proses perjalanan sejarah hidup kita, yang sewaktu masih pelajar telah aktif bersama-sama dalam ikatan organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), harapannya adalah proses untuk menjadi pribadi yang beriman, agung, santun, tawadu', istiqamah dan selalu tertantang untuk membina kebersamaan dan kekeluargaan", demikian tandasnya.
Karena itu, alumni alumni PII yang aktif di wilayah Yogyakarta Besar tahun 60 an ini sangat berharap bahwa para aktifis PII di era sekarang ini, semestinya bisa lebih punya peran-peran organisatoris dalam membina pribadi, para pelajar dan masyarakat sebagai wujud bakti dan sumbangsih PII terhadap bangsa dan negara. Apalagi,era sekarang ini tidak harus menghadapi tantangan yang lebih berat ketimbang generasinya di tahun 60 lali. "PII di era 2000 an ini sebenarnya memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan berkarya lebih dalam membina pelajar dan pemuda secara maksimal. Tetapi, kenapa sementara ini, daerah Yogyakarta sendiri kok malah kegiatannya mandeg".

Foto liputan Silaturahmi dan halal bihalal bersama dapat dilihat di menu FOTO (Terima kasih sekiranya bapak ibu berkenan memberikan komentar).
Kegiatan silaturahmi bersama, sekaligus sebagai pembuka kegiatan rutin dua mingguan yaitu kajian keagamaan yang akan dilaksanakan setiap hari Rabu sore pukul 16.00 WIB bertempat di Gedung YKU.
Selengkapnya...

Read more...

Minggu, 26 September 2010

Silaturahmi dan Halal Bihalal Bersama

Silaturahmi adalah media paling efektif untuk menyambung rasa persaudaraan antara orang satu dengan lainnya. Apalagi dalam sebuah komunitas yang pernah melewati pengalaman yang sama, seperti halnya di dalam Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia atau organisasi nir-laba lainnya termasuk Wanita Islam. Karena itu, para alumni PII yang tergabung dalam Perhimpunan Keluarga Besar PII, termasuk dalam kiprahnya di masyarakat melalui berbagai wadah, seperti Yayasan Kemaslahatan Umat (YKU), dan Genter akan menyelenggarakan Silaturahmi dan halal bihalal bersama.

Shilaturami dan Halal bihalal Bersama: YKU, Perhimpunan Keluarga Besar PII, Wanita Islam (WI), Genter dan PeIajar Islam Indonesia (PII) Yogyakarta Besar, dilaksanakan pada, hari: Ahad, 10 Oktober 2010 jam 09.00 WIB, tempat: Gedung YKU Jln. Mangkuyudan 34 Yogyakarta. Terima kasih, sekiranya, Bapak dan Ibu berkenan mengajak serta teman-teman seperjuangan untuk hadir bersama -bernostalgia dan merekatkan rasa kebersamaan dalam persaudaraan. TAUSHIYAH: Bapak Drs. H. Mohammad Yusuf Asy’ari dan Bapak H. Mohammad Jazir ASP.
Selengkapnya...

Read more...

Minggu, 22 Agustus 2010

Menerima Penyaluran Zakat

Yayasan Kemaslahatan Umat (YKU) siap menerima Zakat, infaq dan shadaqah Bapak Ibu untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Pada Rapat sekaligus buka puasa bersama pengurus YKU, Rabu, 18 Agustus 2010 di masjid Muttaqin Pasar Beringharjo telah musyawarahkan bersama kesiapan YKU mengelola zakat. Dalam kesempatan itu juga, telah disebarkan surat pemberitahuan/edaran yang ditujukan kepada segenap eksponen YKU (Keluarga Besar PII).

Bagi Bapak-Ibu yang berkenan untuk menyalapat dan buka puasa bersama lagi pada hari Ahad, 29 Agustus 2010 bertempat di Masjid Muttaqin Pasar Beringharjo.
Penyaluran zakat, infaq dan shadaqah, dapat dilakukan dengan dua pilihan, yaitu :
1. Ditransfer lewat rekening nomor: 0139414313 Bank BNI Syari’ah Yogyakarta, atas nama
Yayasan Kemaslahatan Umat (YKU).
2. Diambil di rumah/kantor.
Insya Allah, harapan kita bersama, zakat, infaq dan shadaqah yang Bapak-Ibu tunaikan menjadi pintu dibukanya rahmat, maghfirah dan kebaikan melimpah dari Allah SWT.
Selengkapnya...

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP